Selamat dan Sukses

atas dilantiknya Bapak DRS. H. NALIM, SH, MM dan DRS. HASAN BASRI HARUN sebagai Bupati dan Wakil Bupati Merangin tahun 2008-2013 oleh Gubernur Jambi atas nama Menteri Dalam Negeri Pada tanggal 6 juli 2008.

Selasa, 12 Agustus 2008

Merangin Eksploitasi Biji Besi Pertama di Provinsi Jambi

BANGKO – Potensi kekayaan sumber daya alam, khususnya pertambangan di Bumi Tali Undang Tambang Teliti Kabupaten Merangin, secara bertahap mulai dilirik investor. Salah satu pertambangan yang sedang melakukan eksploitasi adalah PT Putra Sarko Mining, bergerak bidang pertambangan biji besi di Desa Baru Nalo Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin.

Menurut Direktur Utama PT Putra Sarko Mining, Mahran Nasution, saat syukuran pertambangan biji besi di lokasi pertambangan mengatakan, sesuai dengan izin dari Pemkab Merangin luas areal pertambangan biji besi tahap pertama seluas 206 hektare di atas Areal Pengunaan Lain (APL). Dengan produksi sekitar 90 ribu ton/bulan dan produksi pertambangan biji besi akan di ekspor ke luar negeri dengan sasaran India, China, Rusia, Canada dan lainnya. Yakni bisa lewat Jambi di Pelabuhan Muarasabak, Pelabuhan Teluk Bayur, Sumbar, bisa juga lewat pelabuhan Bengkulu dan di Painan. ‘’Walau sekarang ini masih meraba-raba diperkirakan kandungan tambang biji besi di areal 206 hektare ini berkisar 2-3 juta ton dan kami sudah kantongi izin eksploitasi 3 bulan lalu. Target kami Oktober 2008 ini sudah produksi,’’ ungkap Mahran Nasution.

Kendati masih belum diketahui secara pasti, tapi lanjutnya dari hasil penelitian 3 tahun terakhir ini, yakni sejak 2005 lalu dari sejumlah sampel yang diteliti sangat kaya akan bahan tambang biji besi di Desa Baru Nalo ini. Sementara itu, Bupati Merangin yang diwakili Peltu Sekda Merangin, Drs H Marzuki Yahya menyambut baik kehadiran PT Putra Sarko Mining, salah satu perusahaan pertambangan bijih besi di Kabupeten Merangin dan pertambangan bijih besi pertama di Provinsi Jambi. ‘’Kabupaten Merangin ini kaya akan bahan tambang. Seperti di Jangkat dan Sungai Tenang ada tambang emas, di Bangko ada Batu Bara dan di Desa Baru Nalo ini ada tambang Biji Besi. Apabila eksploitasi pertambangan biji besi ini berhasil maka akan bisa memberikan devisi negara dan juga akan memberikan hal yang positif bagi daerah dan sekitarnya. Bagi desa di sekitar lokasi pertambangan akan tumbuh pusat perekonomian baru. Yang jelas dalam waktu dekat ini masyarakat akan Merasakan jalan yang memadai yang dibangun oleh perusahaan,’’ ungkap Marzuki Yahya, saat membacakan sambutan Bupati Merangin, H Nalim.

Sedangkan Kepala Desa Baru Nalo, Thamrin mengatakan, luas areal masyarakat yang terkena ganti rugi tanaman tumbuh dengan adanya perusahaan pertambangan biji besi dari 206 hektare, mencapai 32 orang. Dengan harga ganti rugi sesuai dengan potensi kebun masyarakat, yakni kondisi kebun yang jarang dan kosong Rp 4 juta/hektare, kebun yang menengah Rp 6,5 juta/hektare dan kebun yang penuh tanaman tumbuhnya Rp 8 juta/hektare. Selain itu masyarakat juga mendapatkan uang pinjaman dari perusahaan Rp 10 juta. Ada lagi kompensasi Rp 5 ribu/ton yang punya lahan dan 1.500/ton untuk desa. ‘’Untuk tahap pertama ini yang digarap pihak perusahaan seluas 60 hektare,’’ papar Thamrin.

Acara syukuran pertambangan biji besi tersebut juga dihadiri Menteri Keuangan India, Corona Ceridi dan sejumlah warga India. Karena salah satu tujuan ekspor biji besi dari Merangin ini nantinya adalah Negara India. (era)

3 komentar:

tukang kayu mengatakan...

Wah ini bisa u/ ladang kerja baru buat ane !

Abdul Katar Al-Ghazali mengatakan...

Blog Orang Dusun (Celoteh Anak Desa)

didik mengatakan...

skrang udah koid..